Kurikulum D-IV Teknologi Kesehatan Gigi

Kurikulum merujuk pada serangkaian rencana dan pengaturan yang melibatkan tujuan, materi pelajaran, dan metode yang berfungsi sebagai panduan dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran untuk mencapai target pendidikan tinggi.

Kurikulum yang berlaku perlu mencakup pencapaian pembelajaran yang mengacu pada pedoman Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), seperti yang telah diatur dalam Permendikbud No. 3 Tahun 2020 dan Standar Profesi Teknisi Gigi (Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.o1.07/Menkes/460/2020).
Penyelenggaraan Program Pendidikan Sarjana Terapan Teknologi Kesehatan Gigi menggunakan kurikulum vokasional.  Kurikulum tersebut mengacu pada Handbook Certified Dental Technision (CDT) yang diakui oleh National Association of Dental Laboratories (NADL); American Dental Association (ADA); dan American College of Prosthodontists (ACP).

 

Proses Penyusunan Kurikulum

Kurikulum Program Pendidikan Sarjana Terapan Teknologi Kesehatan Gigi disusun melalui kerja sama melalui FGD dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA), pendididkan dokter spesialis khususnya prostodontik, asosiasi pendidikan sejenis prodi D-III Teknik gigi, serta ikatan profesi.

 

Struktur Kurikulum

Mata Kuliah Teori: 65 sks (36,1%)

Mata Kuliah Praktik: 84 sks (63.9%)

Jumlah sks: 149

Lama studi: 8 semester

 

Kegiatan MBKM

  1. Praktik
  2. PKL
  3. KKN
  4. Skripsi
  5. Magang

 

Metode Pembelajaran

  1. Case Study
  2. Small Group Discussion (SGD)
  3. Self-Directed Learning (SDL)
  4. Cooperative Learning (CL)
  5. Contextual Instruction (CI)
  6. Problem-Based Learning (PBL)
  7. Project-Based Learning (PjBL)

 

Rumusan Perubahan Diploma Menjadi Sarjana

  1. Kurikulum yang dikembangkan prodi memenuhi standar kompetensi (competency-based curriculum) dan berbasis OBE (outcome-based education) dengan pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan keterampilan sehingga mampu menjadi tenaga yang handal dibidangnya;
  2. Berdasarkan need assessment, selain ketrampilan, sesuai dengan kebutuhan jaman, juga diperlukan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, berpikir kreatif, logika komputasi dan kepedulian;
  3. Berdasar hasil evaluasi kurikulum dirumuskan profil lulusan beserta deskripsinya yang menjadi tujuan penyelenggaraan program studi. Penetapan Profil lulusan akan menjadi menjadi arah dalam perumusan CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan atau Learning Outcome/Student Outcome (LO/SO)), karena sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dirumuskan membangun pengetahuan dan keahlian yang diperlukan;
  4. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran ketepatan pemilihan bentuk dan metode pembelajaran yang akan dilakukan oleh mahasiswa wajib mengacu dan sesuai dengan CPL Prodi. Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka, yang bertujuan memberi kesempatan untuk mendapatkan kompetensi tambahan di luar Capaian Pembelajaran yang ditetapkan Prodi sudah diimplementasikan dalam pembelajaran sebagai bekal mahasiswa untuk masuk di dunia kerja setelah lulus sarjana terapan;
  5. Penilaian dan evaluasi yang dilakukan untuk pencapaian CPL dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan. Penilaian dilakukan pada proses pembelajaran dan pada hasil pencapaian Demikian juga evaluasi kurikulum dilakukan pada pencapaian CPL Program Studi, dan hasilnya digunakan untuk perbaikan berkelanjutan.