TIPS MENCEGAH BAU MULUT SELAMA BERPUASA WALAU MEMAKAI GIGI TIRUAN ATAU PIRANTI ORTODONTI LEPASAN

Fakultas Vokasi Universitas Airlangga memiliki beberapa program studi, salah satunya adalah Program Studi D3 Teknik Gigi. Pada Program Studi D3 Teknik Gigi, mahasiswa diajarkan beberapa mata kuliah yang merupakan kompetensi utama maupun kompetensi penunjang. Kompetensi utama yaitu mahasiswa diajarkan bagaimana cara membuat alat-alat rehabilitasi gigi, misal gigi tiruan cekat atau gigi tiruan lepasan. Seseorang yang memiliki gigi yang rusak dapat dibuatkan restorasi mahkota gigi tiruan. Sedangkan seseorang yang kehilangan gigi akan dibuatkan gigi tiruan cekat berupa jembatan, gigi tersebut akan dilekatkan pada gigi asli penderita yang masih ada pada rongga mulutnya atau dilekatkan pada implan gigi, dan hal tersebut bersifat permanen. Apabila pasien menginginkan gigi tiruan yang dapat dilepas pasang, pasien nantinya akan dibuatkan gigi tiruan lepasan.

Mahasiswa juga diajarkan bagaimana cara membuat piranti ortodonti lepasan. Piranti ortodonti lepasan berguna untuk meratakan gigi yang letaknya tidak beraturan. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan bagaimana cara membuat protesa maksilofasial, misalnya obturator. Obturator merupakan protesa yang berfungsi untuk menutup celah-celah langit yang diakibatkan oleh cacat bawaan/trauma/bekas operasi, sehingga langit-langit tersebut memiliki celah. Celah tersebut harus ditutup agar saat makan dan minum, makanan tidak dapat memasuki celah-celah langit. Itu adalah kompetensi utama yang diajarkan di Program Studi D3 Teknik Gigi.

Piranti ortodonti lepasan maupun alat rehabilitasi gigi tersebut baik gigi tiruan cekat, gigi tiruan lepasan, maupun protesa maksilofasial harus dibuat dengan baik dan benar sehingga dapat berfungsi secara optimal. Baik itu fungsi pengunyahan, fungsi estetika, fungsi bicara, dan dapat untuk mempertahankan kesehatan gigi dan jaringan di rongga mulut. Piranti ortodonti lepasan maupun alat rehabilitasi gigi juga harus dirawat agar fungsi-fungsinya tetap terjaga dengan baik dan dapat bertahan lama di dalam rongga mulut. Memasuki bulan ramadhan, kita harus menjaga kesehatan gigi dan mulut kita agar tetap sehat dan tidak berbau. Bagaimana tipsnya agar mereka yang menggunakan alat-alat atau piranti tersebut dapat berpuasa dengan nyaman? Berikut ini adalah tips-tipsnya:

1. Memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.

Kita harus membersihkan gigi dan rongga mulut secara continuous setiap harinya. Selain itu, hendaknya kita juga harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi setiap harinya pada waktu sahur maupun saat berbuka puasa. Hal tersebut penting karena untuk kesehatan tubuh secara umum dan kesehatan gigi dan mulut secara khusus.

2. Rutin memeriksakan gigi minimal 6 bulan sekali.

Apabila terdapat gigi yang berlubang atau gigi yang telah membusuk, kita harus segera periksakan ke dokter gigi atau ke klinik gigi agar segera dilakukan perawatan yang tepat. Karena gigi yang berlubang atau gigi yang telah membusuk dapat menjadi terkumpulnya sisa-sisa makanan dan menjadi sarang kuman, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan bau yang tidak sedap.

3. Menggosok gigi dengan benar.

Selain memperhatikan asupan makanan, kita juga harus menggosok gigi dan membersihkan lidah dengan benar. Di waktu bulan ramadhan, hal tersebut sebaiknya dilakukan setelah sahur, setelah salat, setelah makan, dan malam hari sebelum tidur.

Untuk seseorang yang memakai gigi tiruan cekat, tipsnya juga sama. Namun tidak hanya membersihkan gigi aslinya saja, tetapi gigi tiruan cekat juga dibersihkan dengan pasta gigi. Untuk sela-sela gigi asli maupun sela-sela gigi cekat cara membersihkannya adalah dengan sikat gigi khusus yang terdapat di pasaran dan bisa juga menggunakan dental floss. Pada gigi tiruan cekat terdapat pontik, pontik merupakan bagian dari gigi tiruan cekat yang menggantikan gigi asli. Dibawah pontik terdapat space yang bisa dilalui oleh dental floss atau benang gigi, sehingga di daerah itu harus dibersihkan dengan cara digesek-gesekan pada area tersebut lalu dikeluarkan.

Seseorang yang memakai gigi tiruan lepasan atau piranti lepasan, tipsnya juga sama. Namun tidak hanya membersihkan gigi aslinya saja, tetapi gigi tiruan lepasan atau piranti lepasan juga dibersihkan dengan cara mencuci gigi atau piranti tersebut di bawah air mengalir agar kotoran-kotoran dapat terlepas. Selanjutnya disikat dengan sikat gigi yang lembut atau dapat juga menggunakan sabun soft. Hindari untuk membersihkannya dengan pasta gigi, karena pasta gigi bersifat abrasif, dapat merusak permukaan gigi tiruan atau piranti tersebut. Kemudian bilas dengan air mengalir. Lalu gigi tiruan atau piranti tersebut dapat kita pasang kembali. Hal itu dilakukan setelah sahur, setelah salat, setelah makan, dan malam hari sebelum tidur. Di saat malam hari, gigi tiruan atau piranti dilepas lalu dibersihkan. Kemudian rendam seluruh permukaannya semalaman dengan air biasa, bisa juga ditambahkan dengan bahan-bahan pembersih gigi tiruan yang ada di pasaran.

Apabila hal-hal tersebut dilakukan dengan benar dan teratur, Insyaallah bau mulut tidak akan muncul walaupun kita menggunakan alat-alat rehabilitasi gigi atau piranti ortodonti lepasan. Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan nyaman, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT.

 

Narasumber     : drg. Eny Inayati, M.Kes

Penulis             : Zata Amani Shafarina